Tuesday, January 10, 2012

HASIL UJIAN KOMPREHENSIF MSI_2012

Berikut adalah hasil ujian komprehensif MSI tgl 09/01/2012. Pada dasarnya, alhamdulillah, semua yang ikut ujian kemaren LULUS, meski nilai yang didapatkan berbeda-beda (ada yang A, B dan C). Spesial saya ucapkan Selamat untuk Syukriah dan Sayusi yang mendapatkan nilai A. Congratulation! Semoga Anda berdua dan kawan2 lain senantiasa belajar dan belajar lagi. Jangan cepat puas atau putus asa dengan nilai yang didapat. Ok. G' luck guys!

1 Ali Ahmad 280 717 248 /61/ C
2 Amirullah 280 818 366 /70/ C
3 Afnidar 280 818 392 /68/ C
4 Cut Aneda 280 818 405 /65/ C
5 Dwi Yuliani 280 818 389 /72/ B
6 Eka Zahrati 280 717 275 /67/ C
7 Edi Wilda 280 717 264 /70/ C
8 Fauzi 280 818 404 /63/ C
9 Faisal 280 717 251 /62/ C
10 Hilyati 280 818 379 /78/ B
11 Hanifah Satriani280 818 398 /73/ B
12 Herlina Mayasanti280 818 403 /68/ C
13 Julita Sasmi 280 818 400 /63/ C
14 Junaidi 280 818 381 /64/ C
15 Liana Wati 280 818 383 /70/ C
16 Maulia Wardah 280 717 263 /74/ B
17 Muhajir 280 616 338 - - Tidak datang
18 Nour Missuari 280 717 266 /77/ B
19 Nisvula Senja 280 515 503 /79/ B
20 Nur Desi Analisa280 818 367 /72/ B
21 Putri Yuyun S. 280 818 375 /70/ C
22 Rahmatallah 280 616 347 /60/ C
23 Reddi Irawan 280 616 350 /68/ C
24 Rifqi Firdha 280 717 245 /60/ C
25 Roby Paldhi 280 616 353 /64/ C
26 Ruckna Hayati 280 818 376 /64/ C
27 Riza Wati 280 818 361 /78/ B
28 Risky Molisa 280 818 411 /63/ C
29 Ratna Maryani 280 515 515 - - Tidak datang
30 Risnanda Sari 280 818 638 - - Tidak datang
31 Rahmat Hidayat 280 818 379 /69/ C
32 Ria Masyitah 280 818 399 /73/ B
33 Riza Ulhaq 280 818 416 /84/ B
34 Sayusi 280 717 271 /87/ A
35 Siti Hawalina 280 818 413 /69/ C
36 Syukriah 280 818 373 /98/ A
37 Suraihana Mutia 280 818 385 /69/ C
38 Safrizal 280 818 382 - - Tidak datang
39 Syeh Marhaban 280 818 362 - - Tidak datang
40 Syahrul Ramadhan280 818 367 /62/ C
41 Susila Wati 280 818 407 /72/ B
42 Surianti 280 616 405 /74/ B
43 Tri Sumarni 280 818 391 /68/ C
44 Tarmizi 280 818 369 /62/ C
45 Taufik Rizal 280 818 401 /62/ C
46 Vera Wati 280 818 390 /68/ C
47 Wardaton 280 616 360 /78/ B
48 Wardiah 280 818 380 /74/ B
49 Yulya Ofriza 280 818 414 /66/ C
50 Yuliastuti 280 818 334 /79/ B
51 Zulhadi Ikhsan 280 818 409 /62/ C
52 Yusrizal 280 818 365 /60/ C
53 Misnayah 280 818 397 /84/ B

Dosen Penguji,

Anton Widyanto, M.Ag, EdS
Silakan untuk Memberikan Komentar/Please give any comments on this article

Read More..

Wednesday, January 04, 2012

UJIAN KOMPREHENSIF

Ujian komprehensif Metodologi Studi Islam yang saya ujikan kepada mahasiswa terdiri dari dua kelompok soal, choice & essay. Pertanyaan-pertanyaan pada bagian choice lebih diarahkan untuk menguji kemampuan dasar mahasiswa terkait ilmu Tafsir, ilmu Hadits dan tokoh (ilmuwan) dalam sejarah Islam. Adapun soal essay lebih diarahkan untuk menguji kemampuan Anda menganalisis persoalan kontemporer yang aktual dan terkait dengan pengembangan khazanah ilmu pengetahuan Islam klasik. Khusus pada soal-soal essay ini berikut saya berikan kisi-kisi yang harus Anda pelajari:
1. Dalam sejarah ilmu kalam ada beragam aliran teologi yang muncul antara lain mu’tazilah, ahlu sunnah wal jama’ah, khawarij dsb. Bagaimana inti pemikiran mereka? Apa yang bisa dipetik sebagai pelajaran bagi umat Islam kontemporer?
2. Syari’at Islam merupakan isu yang menarik diperbincangkan (sekaligus diperdebatkan), apalagi ketika ingin dilaksanakan secara formal sebagaimana di Aceh. Bagaimana Anda menanggapi adanya pro dan kontra terkait dengan pelaksanaan syari’at Islam secara formal?
3. Bagaimana semestinya umat Islam menyikapi pertentangan pendapat di kalangan internal umat Islam?
4. Jender merupakan salah satu isu yang menarik untuk dicermati. Bagaimana Islam memandang isu ini?
Pelaksanaan Ujian Komprehensif MSI adalah hari SENIN, 09 Januari 2012 di ruang kuliah jurusan TBL. Yang tidak lulus bisa mengulang tanggal 11/01/2012 (kesempatan kedua) dan 13/01/2012 (kesempatan ketiga atau terakhir). Bagi yang tidak lulus setelah kesempatan ketiga, maka harus mengikuti ujian lagi pada semester berikutnya. Selamat belajar dan semoga sukses semua!
Salam,
Anton Widyanto, M.Ag, Ed.S

Silakan untuk Memberikan Komentar/Please give any comments on this article

Read More..

Saturday, June 04, 2011

Surat Terbuka Jennifer Jeffries


REPUBLIKA.CO.ID, NEW HAMSPIRE - Jennifer Jeffries adalah seorang dokter. Dia memutuskan menjadi Muslim di usia dewasa. Berikut ini surat terbukanya seperti yang dimuat di situs being.publicradio.org:

Saya adalah Muslim yang kembali; bersyahadat, masuk Islam. Saya kini tinggal di New Hampshire, sebuah kota dengan 99 persen berkulit putih, seperti saya. Sebagian besar adalah Protestan.

Masa kecil saya dihabiskan di Manchester, yang dulu kental dengan tradisi Katolik. Namun seiring waktu, kota ini menjadi kota multietnis dan agama; tak hanya Katolik, tapi juga Ortodoks, Kristen Protestan dari semua denominasi, Muslim, Yahudi, juga Budha.

Orang-orang pergi ke masjid di hari Jumat. Mereka datang dari Bosnia, Sudan, Somalia, Irak, Pakistan, Indonesia, India, Suriah, dan negara-negara lain. Saya melihat dua "versi" Muslim; mereka yang tertutup rapat, bahkan dengan cadar, dan Muslim yang masih minum dan merokok.


Sebagai seorang mualaf, pengalaman saya diwarnai oleh kehidupan saya sendiri sebagai seorang wanita terpelajar dari kota kecil di New England - dan dengan perjalanan rohani saya sendiri yang dimulai dari Protestantisme.

Menjadi Muslim berarti bagi saya mencari sebuah kedamaian batin melalui penerimaan struktural yang lembut dan konsisten bahwa saya kembali kepada Allah, fokus yang lebih besar dari keberadaan saya. Memakai jilbab mengingatkan saya untuk mempertimbangkan tindakan saya dari perspektif Islam; memuji Tuhan sepanjang hari mengingatkan saya untuk berpikir tentang banyak hadiah saya terima, termasuk karunia pelajaran, bahkan ketika mereka mungkin memiliki aspek-aspek yang tidak menyenangkan pada saat itu.

Sebagai seorang mualaf, saya datang pada Islam secara intens dan sengaja, mencerna tidak seperti yang saya mencerna Kristen sebagai seorang anak, tetapi lebih sebagai orang dewasa. Mempertanyakan dan merenungkan rincian dan implikasi yang tidak jelas bagi saya dalam pengalaman masa kecil saya; Allah. Sebagai seorang mualaf, menjadi Muslim berarti terus-menerus belajar dan bertanya: apa yang harus saya percaya? Apa yang Islam percaya? Apa yang Muslim percaya?

Menjadi Muslim, adalah perjalanan batin yang dahsyat bagi saya. Suara azan, kini terdengar bagaikan himne yang indah bagi saya. Berdiri di shaf perempuan untuk shalat berjamaah sungguh membuat merasa sama dan indah. Meluangkan waktu sepanjang hari untuk berhenti dan berpikir tentang Tuhan sebanyak lima kali memberi saya perspektif tentang betapa relatifnya kesulitan pekerjaan saya. Menghafal ayat Alquran dan mengulangnya kembali dalam salat memungkinkan saya untuk memikirkan kembali prinsip-prinsip agama dasar, dan bagaimana menerapkannya dalam hidup saya sekarang. Berdiri tegak, membungkuk, membungkuk rendah mengingatkan saya pada salam yang saya pelajari dalam yoga. Namun sungguh indah ketika menggunakan tubuh saya untuk memuji Tuhan, mengisi pengalaman saya sebagai bagian dari dunia Tuhan.

Saya juga menjadi lebih menghargai kehidupan. Menuju peternakan, mengambil domba dan menyembelihnya secara halal, mengingatkan saya pada berharganya hidup dan karunia ang memungkinkan daging untuk tiba di meja makan saya. Saya menyadari di bulan Ramadan bahwa saya bisa menghindari makanan dan minuman dari fajar sampai senja. Hal ini mengingatkan saya pada penderitaan orang lain, dan pentingnya mengendalikan tanggapan pribadi saya sendiri atas aneka kesulitan saya.

Dalam masyarakat multikultural, saya telah memiliki banyak pertanyaan tentang apa budaya dan agama yang berbeda. Juga aneka pendapat yang berbeda.

Feminisme di AS telah membuat menjadi dokter menjadi lebih mudah bagi saya daripada untuk ibu saya 30 tahun sebelumnya.
Aku melihat feminisme dengan sudut pandang yang sangat berbeda dalam perspektif Islam.

Islam mencatat bahwa suami dan istri adalah bagian yang sama. Jenis kelamin melengkapi satu sama lain, tidak meniru atau bersaing satu sama lain. Islam mendudukkan laki-laki dan perempuan dengan hak dan kewajiban yang sepadan.

Saya berharap banyak pada komunitas Muslim untuk tidak melihat dunia luar sebagai ancaman, untuk tidak melihat dirinya sebagai lebih dari korban, untuk melihat komunitas yang lebih besar sebagai saudara, bukan saingan. Saya berharap kita akan bekerja untuk memahami perspektif satu sama lain, dan memahami bagaimana perspektif kita sendiri berdampak pada orang lain. Saya meyakinkan untuk melihat kelompok-kelompok antar agama dalam komunitas saya berkumpul untuk belajar lebih banyak tentang satu sama lain, dan mengeksplorasi persamaan dan perbedaan kita bersama-sama. Saya harap saya komunitas Muslim adalah merasa menjadi bagian dari masyarakat yang prural.
Silakan untuk Memberikan Komentar/Please give any comments on this article

Read More..

Khotbah Imam 'Nge-Pop'


REPUBLIKA.CO.ID, LOS ANGELES - Jangan bayangkan dia mengenakan gamis, memelihara cambang panjang, dan berkopiah. Alih-alih berpidato dengan suara lantang mengkritik mereka yang tak berperilaku Islami, imam tinggi berambut pirang ini memulai khotbahnya dengan menceritakan kemenangan klub basket Los Angeles Lakers malam sebelumnya, disambung keterlibatan gengnya saat remaja, sebuah opera sabun TV, baru diakhiri dengan cerita tentang Hari Kiamat.

Suhaib Webb, nama imam itu, juga tak canggung menggunakan bahasa gaul anak muda Amerika. Saat ia
memergoki seorang jamaahnya mengantuk di belakang, secara berkelakar dia berbisik di mikrofon, "Tenang...tidak ada lembur malam ini, Bro."

Beginilah khotbah khas gaya Webb, ulama muda karismatik kelahiran Oklahoma yang masuk Islam beberapa tahun lalu. Jamaahnya berkembang di kalangan Muslim Amerika, terutama kaum muda. Ceramahnya bertabur referensi budaya pop, sebanyak dia menyitir ayat Alquran atau Hadis.


Untuk gayanya ini, ia punya alasan. "Jamaah saya umumnya adalah mualaf atau generasi muda yang lahir dan besar di AS. Apakah kita akan mencapai mereka dengan pesan Arab atau dengan pesan Pakistan? Bukankah akan lebih mudah menjangkau mereka dengan pesan gaya Amerika bukan?" katanya balik bertanya.

Webb, 38 tahun, berasal dari Santa Clara, California. Dia adalah seorang sarjana dan pendidik. Aktif di LSM nirlaba American Muslim Society, ia kini juga menjangkau jamaah yang lebih luas melalui dakwah online di situs pribadinya, Masjid Virtual.

Webb disebut Los Angeles Times sebagai salah satu tokoh muda yang berada di garis depan gerakan untuk menciptakan 'Islam gaya Amerika'; sejalan dengan Alquran dan sunah tapi juga mencerminkan adat dan budaya Amerika.


Dikenal dengan gaya santai, ia telah membantu mempromosikan ide bahwa Islam terbuka untuk sebuah interpretasi Amerika modern. Kadang-kadang, pendekatannya dianggap kalangan garis keras sebagai 'tampaknya hampir asusila'.

Dalam konferensi Muslim di Long Beach, California, tahun lalu, ia menyarankan bahwa masjid juga merangkul kalangan gay. Setelah itu, ia didatangi oleh seorang imam lokal yang menuduh dia "racun". "Saya katakan kepadanya, 'Terus terang, Anda akan menjadi tidak relevan dalam 10 tahun,'" kata Webb.

Dia fasih dalam bahasa Arab, Quran, dan belajar selama enam tahun di salah satu lembaga terkemuka di dunia Islam, Al-Azhar University di Mesir. Di sanalah ia menyadari, tak semua gaya pendekatan ala Timur Tengah cocok diterapkan di masyarakatnya. "Contohnya saja, berkhotbah dengan lebih banyak menggunakan bahasa Arab, tidak mampu berkomunikasi dengan jemaat non-Arab, dan tidak terhubung dengan mudah dengan anak muda," katanya.

Muslim AS, katanya, berharap para pemimpin agama mereka memainkan peran yang lebih luas, lebih
pastoral, kata Hossam Aljabri, direktur eksekutif Masyarakat Muslim Amerika, sebuah kelompok keagamaan dan pendidikan nasional. "Masyarakat menginginkan imam yang bisa datang dan pergi di luar memimpin doa dan membaca Quran. Mereka ingin para imam mengisi peranan sosial konseling dan berurusan dengan tetangga."

Webb mengamini. Prinsip dasar iman tidak akan berubah, katanya, tapi banyak hukum yang dapat ditafsirkan secara berbeda dalam berbagai komunitas. Tidak seperti beberapa imam, ia tidak keberatan dengan musik dan berkeyakinan Muslim juga boleh merayakan hari libur nasional seperti Hari Ibu dan Thanksgiving.

Namun, mengingat keragaman etnis Muslim AS, menemukan sebuah konsensus untuk Islam Amerika tunggal sangat sulit. Beberapa mendukung reformasi, lainnya menentang perubahan.

Lepas dari itu semua, Webb diterima banyak kalangan, baik dalam Islam maupun di luar Islam. "Dia imam yang paling gampang didekati di AS," kata Nour Mattar, pendiri stasiun radio Muslim pertama di AS. "Dan dia
tidak membosankan untuk didengarkan (ceramahnya, red)."

Silakan untuk Memberikan Komentar/Please give any comments on this article

Read More..

Google Website Translator Gadget

Search

Loading...

Wise Word(s) Today

Treat others as you like to be treated by them (Muhammad Sallallah 'Alayh wa Sallam)

As for me, all I know is that I know nothing

(Socrates)

A man may conquer a million men in battle but one who conquers himself is, indeed, the greatest of conquerors.
(Buddha)

I have not failed. I've just found 10,000 ways that don't work.

(Thomas Alva Edison)

"Semua manusia sama; yang membedakan bukan keturunannya, tapi kebaikannya."

(Voltaire (1694-1778), filsuf dan penulis Prancis)


Welcome!

Welcome to this teaching-learning through love blog. It is intended as a media for sharing knowledge, ideas, thoughts, experiences as well as valuable academic information. Moreover, it is also intended as an active media to communicate with my students as my learning partners in several universities in Banda Aceh, Indonesia, particularly in IAIN Ar-Raniry.
I extremely hope that this media can give a lot of advantages for me, you, and anyone who wants to develop his/her knowledge even though in simplest thing. Amin Ya Mujibas Sa'ilin....


 

Design by Amanda @ Blogger Buster